Jono Penampung Timah Ilegal Di Teluk Kelabat Dalam Diamankan Oleh Ditkrimsus Polda Bangka Belitung

Jono Penampung Timah Ilegal Di Teluk Kelabat Dalam Diamankan Oleh Ditkrimsus Polda Bangka Belitung
Kabid Humas Polda Kep Babel Kombes Pol Maladi

Bangka Belitung (Pangkalpinang) - Direktorat Reserse Kriminal  Khusus (Ditkrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Kep.Babel) berhasil mengamankan kolektor timah (penampung/pembeli) Sujono alias Jono diduga anak buah cukong timah AG warga Bakek Jebus pembeli atau penampung pasir timah dari aktifitas penambangan timah ilegal jenis ponton Ti Rajuk dan Selam di perairan Teluk Kelabat Dalam, sekira pukul 00.30 Wib, Kamis dini hari (18/02/2021). 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh narasumber Pers Babel, ada sekitar 1 ton lebih pasir timah sempat diamanakan oleh pihak Ditkrimsus Polda Kep Babel dan bersama barang bukti (BB) yang diangkut untuk diamankan dan dikembangkan proses penyelidikan lebih lanjut. 

Saat dikonfirmasi, Kombes Pol Maladi Kabid Humas Polda Kep Babel seizin Kapolda Kep Babel Irjen Pol Anang Syarif Hidayat membenarkan bahwa kemarin malam dini hari Kamis, 18 Februari 2021 ada kegiatan preventif dan represif oleh Ditkrimsus Polda Kep Babel dalam upaya penegakkan hukum berupa pengawasan dan penindakan atas aktifitas penambangan timah ilegal di perairan Teluk Kelabat Dalam, yang merupakan daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K)  yang dilindungi dalam Perda Nomor 3 Tahun 2020 tentang RZWP3K Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2020-2040.

Perairan Teluk Kelabat Dalam masuk dalam wilayah administrasi hukum Kabupaten Bangka  Barat dan Kabupaten Bangka, dan merupakan wilayah zona periklanan tangkap nelayan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

" Iya benar, sekarang sedang proses lidik , di amankan saja untuk  dikembangkan lebih lanjut, nanti akan kami kabarkan perkembangannya, " Kata perwira Polda Kep Babel dengan pangkat tiga melati di pundaknya, Kamis (18/02/2021). 

Saat dikonfirmasi kembali terkait kegiatan tersebut penangkapan terhadap kolektor timah diketahui publik bernama Sujono alias Jono, ia menegaskan bahwa  prosesnya sedang dikembangkan lebih lanjut. 

Semantara narasumber Pers Babel, juga Iv (35) warga Belinyu juga menginformasikan kepada Pers ;Babel bahwa Ditkrimsus Polda Kep Babel semalam dini hari (kamis, 18/02/2021) mengetahui bahwa ada penangkapan terhadap kolektor timah dilokasi Tanjung Gudang  Mantung Kecamatan Belinyu dan membawa BB pasir timah hasil membeli dari para penambang Tidur Rajuk dan Selam yang beraktifitas pada malam hari. 

Bahkan Iv menyebutkan yang membawa kolektor timah (pembeli/penampung) kepada para penambang adalah Junai (45) dan Ismail (40) warga Belinyu. 

Dalam pemberitaan sebelum Junai warga Belinyu sempat disebut oleh Bambang tokoh masyarakat Bakit Kecamatan Paritiga Jebus dan juga mantan Kades Bakit menyebutkan bahwa Junai adalah orang yang telah mengkoordinir berjalan aktifitas penambangan timah jenis ponton TI Rajuk dan Selam diperairan Teluk Kelabat Dalam wilayah hukum administrasi Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka.

Selain Jono yang membeli pasir timah dari para penambang ponton TI Rajuk dan selam, sempat juga disebut Rey (45) warga Sungailiat yang membeli pasir timah tersebut. 

Namun, hal tersebut dibantah langsung oleh Rey saat bertemu dengan Pers Babel  di salah satu Kafe Resto Kota Pangkalpinang, bahwa diri tidak ada membeli pasir timah dari para penambang diperairan Teluk Kelabat Dalam, justru dirinya merasa kaget ketika namanya sempat dicatut oleh oknum masyarakat. 

" Waduh, itu nga benar bang justru saya baru dapat kabar dari abang-abanglah semalam saya ada dirumah saja, tapi jika ada yang berani menjual nama saya akan proses, jangan main-main dengan saya, " tegas Rey. 

Namun Rey juga menceritakan bahwa dirinya  sempat ditawarkan oleh Junai untuk membeli pasir timah dari para penambang di perairan Teluk Kelabat Dalam, tapi melihat dirinya hanya dijadikan tampeng  untuk aktifitas penambangan timah  Ti Rajuk dan selam ilegal, akhirnya tidak melanjutkan kerjasama pembeli pasir timah dengan Junai. 

" Setelah dua hari saya dilapangan tidak tidur seharian hasilnya tidak sesuai yang dijanjikan Junai  dari sekian ratusan ponton beraktifitas melihat ada gelagat tidak baik dan hanya dijadikan tameng saya pun tidak melanjutkan kerjasama pembeli pasir timah yang difasilitasi oleh Junai, " pungkas Rey. 

Saat  berita dipublish redaksi masih mengupayakan konfirmasi kepada pihak yang telah disebutkan oleh narasumber. (Red).

Ditkrimsus Polda Kep Babel Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Maladi
Rikky Fermana

Rikky Fermana

Previous Article

Drs Burhanudin - Khairil Anwar, Bupati dan...

Next Article

Ditpolairud Polda Babel Amankan Delapan...

Related Posts

Peringkat

Profle

Nanang Suryana

Satria Ferry Sonarya

Satria Ferry Sonarya verified

Postingan Bulan ini: 202

Postingan Tahun ini: 243

Registered: Dec 5, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 184

Postingan Tahun ini: 426

Registered: Sep 22, 2020

Agung Setiyo

Agung Setiyo

Postingan Bulan ini: 122

Postingan Tahun ini: 245

Registered: Jan 6, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 99

Postingan Tahun ini: 197

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Indra Gunawan

Terkait Perkelahian Pelajar Berakhir Maut, Edi Mulyono: Bahasa dalam Pemberitaan itu Terlalu Berlebihan
Gantung Diri Bersama, Pasangan Kekasih di Toraja Utara ini Tinggalkan Sebuah Surat
Lagi, Warga Jeneponto Bunuh Diri Diduga Minum Racun Gramaxone
Diduga Terima Order Penangkapan, Penyidik Polres Tanah Datar Dilaporkan Ke Bawassidik Polda Sumbar

Follow Us

Recommended Posts

Mantan Honorer RSUD Depati Hamzah Lapor Ke Kejati Babel, Ini tanggapan dr Fauzan
Pembagian BLT DD Pertama di-Belitung Timur di-Desa Batu Penyu, Ida Lesnawati : Fokus BUM Des
Belitung Timur Punya Jubir COVID-19 Sejak Maret 2020, Ikhwan Fahrozi: Saya Bukan Jubir Saya Perwujudan Pemerintah Daerah
Desa Batu Penyu Bagikan BLT DD, dengan Peroleh Reward DD dari Pemerintah Pusat 
Kadiv Humas Polri Jelaskan Virtual Police Bekerja Untuk Ciptakan Medsos Bersih dan Sehat